Wednesday, July 8, 2009

Filtrasi Biologi


Untuk mempertahankan keseimbangan siklus nitrogen sekaligus mempertahankan kualitas air, dibutuhkan suatu sistem filtrasi biologi. Filterisasi secara biologi adalah merekayasa keadaan hidupberbagai mikroorganisme yang diperlukan

Ada banyak sistem filtrasi biologi yang umum dikenal. Pada dekade tahun 60-an saat hobi ini mulai berkembang di negara barat, diandalkan metode undergravel filter. Namun, pda perkembangan selanjutnya metode konvensional tersebut tidak efektif lagi dalam menjalankan siklus nitrogen dan mempertahankan kualitas air. Bahkan metode ini hanya merepotkan hobiis karena perlu sering dibersihkan dari sisa-sisa metabolisme yang menumpuk di dasar akuarium.

Seiring makin menjamurnya akuaris berpengalaman dengan berbagai penelitian mereka, berkembang pula berbagai metode dan sistem filtrasi seperti wet-dry trickle filter method, berlin method, algae scrubber method, jaubert method, live sand bed method hingga mud/eco method. Semua metode tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Wet dry trickle filter umumnya disembunyikan di dalam kabinet bawah akuarium. Ada juga model akuarium yang filternya ditempatkan menyatu di samping atau di belakan akuarium sehingga tidak perlu lagi ruangan kabinet dibawahnya. Filter ini terdiri i tiga bagian yang dilewati air. Air yang mengalir dari akuarium dengan mengandalkan gaya gravitasi akan melewati saringan pertama filter mekanis atau pre-filter berupa lapisan busa. Selanjutnya air mengucur kebawah melewati tumpukan bioball sebagai tempat hidup bakteri aerob. Untuk itu sebagian bioball tidak terendam dalam air sebagai lapisan kedua. Tujuannya agar air yang melewatinya selalu kaya oksigen. Sebagian bioball lagi atau lapisan ketiga terendam sepenuhnya dalam air. Bioball dapat diganti dengan serpihan karang mati meskipun tidak seefektif bioball. Ini disebabkan bioball dirancang memiliki permukaan yang banyak sebagai tempat hidup bakteri aerob.

Setelah melalui lapisan ketiga, air sudah tidak mengandung amoniak yang terurai menjadi nitrat. Air kemudian dipompa ke atas menggunakan powerhead sehingga masuk kembali ke akuarium. Perlu dicatat bahwa filter biologi akan bekerja efektif bila volume air yang melewatinya cukup. Idealnya, untuk setiap jamnya volume air yang tersaring melalui wet-dry trickle filter minimal dua kali volume air akuarium. Oleh karena itu, powerhead harus disesuaikan dengan kapasitas akuarium. Semakin besar akuarium atau volume air maka semakin besar kapasitas pompa atau powerhead yang dipakai.

No comments: