Tuesday, July 14, 2009

Mengontrol Suhu Air Dengan Chiller

Suhu air akuarium merupakan salah satu faktor penting yang sering disepelekan para akuaris air laut pemula. Suhu air akuarium perlu dijaga agar tidak melewati ambang batas minimum dan maksimum. Untuk mengetahui suhu air tersebut, gunakan thermometer khusus akuarium. Suhu yang terlalu tinggi ataupun rendah akan membuat penghuni akuarium stress dan menyebabkan kematian. Bukan itu saja, suhu air yang terlalu tinggi akan mempengaruhi komposisi kimiawi air.



Sebagian besar spesies ikan hias, koral dan invertebrata yang diperdagangkan di pasaran Indonesia berasal dari habitat laut yang lebih dangkal sehingga suhu air yang nyaman bagi penghuni akuarium pada umumnya berkisar antara 25 – 30 derajat celcius, khususnya ikan. Namun biasanya jenis koral dan invertebrata memerlukan suhu air yang lebih rendah. Secara umum, suhu yang bisa diakomodasi oleh ikan, koral dan invertebrata adalah berkisar antara 25 – 28 derajat celcius.

Cara mudah untuk mengontrol dan mempertahankan suhu air di akuarium adalah dengan menggunakan mesin pendingin air atau Chiller.
Namun harga Chiller di pasaran memang masih relatif mahal untuk digunakan, dan listrik yang dipakai pun cukup besar seperti mesin pendingin ruangan yang biasa kita gunakan (AC).
Dengan menggunakan Chiller, koral dan tanaman hias air laut akan mekar secara maksimal karena mendapatkan suhu air yang tepat sehingga akuarium akan terlihat lebih indah.

2 comments:

sanman said...

Cara kerjanya gimana tuh?
airnya ntar masuk ke situ ya (setengah disaring)?
harganya berapa?
kayaknya kecil ukurannya, tapi koq bilang pake daya harpir sama kayak AC rumah?
ok!

Fish Lover Club said...

Chiller seperti filter, air dari akuarium masuk ke chiller trus didinginkan kemudian dialirkan ke akuarium kembali, tapi ini khusus untuk ikan laut.
Ikan hias air tawar tidak memerlukan chiller, malahan memerlukan heater