Monday, July 13, 2009

Penggantian Air Rutin

Meskipun sudah menggunakan filter mekanis, filter biologi dan protein skimmer, air tetap perlu diganti secara berkala. Air baru yang dipakai umumnya berupa air laut alami atau bisa air laut buatan. Mengganti air dengan air laut buatan belum banyak dilakukan di Indonesia. Ini disebabkan air laut buatan memerlukan garam khusus yang harganya mahal dan belum banyak beredar di Indonesia. Air laut yang bersih bisa dibeli dengan mudah dan murah.

Pemakaian air laut buatan lebih repot karena sumber air yang dipakai perlu diolah (dipurifikasi/disuling) dengan reverseosmosi/deonization (RO/DI). Pengolahan ini untuk menghilangkan kandungan klorin, fosfat, silika dan bahan berbahaya lainnya.

Penggantian air tidak boleh dilakukan dengan menguras habis isi akuarium karena bukan saja akan merusak siklus yang sudah berjalan, tetapi juga membuat penghuni akuarium stess dan mati. Oleh karena itu, penggantian air cukup sebagian saja. Pembuangan sebagian air lama berfungsi menghilangkan sampah organik serta menambah plankton dan mineral yang berguna menjadi pakan bagi kehidupan di ekosistem.


Tidak ada patokan seberapa sering air perlu diganti, begitu pula dengan volume air. Namun semua tergantung seberapa cepat kualitas air di akuarium menurun dan seberapa rendah kualitas air tersebut. Keputusan mengganti jumlah volume dan waktu penggantian juga perlu mempertimbangkan kualitas airnya dengan mengukur berbagai parameter air. Bila kualitas air sudah buruk yang ditandai tingginya bioload atau akibat kerja filter biologi tidak maksimal, sangat disarankan setengah volume air akuarium diganti. Bila hanya penggantian rutin, sebaiknya air yang diganti sebanyak 5 - 10% per minggu atau 20-25% per dua minggu.

Satu hal yang perlu dicatat ialah penggantian air harus dilakukan secara rutin dan teratur agar ikan dan koral tidak stress akibat pola penggantian yang tidak teratur dan berubah-ubah. Namun ada yang sering disepelekan oleh para akuaris mengenai kondisi air laut baru yang dijadikan pengganti. Belum tentu air yang dibeli benar-benar berkualitas baik dan sesuai parameter asli air laut alami. Bahkan bisa saja air pengganti lebih jelek kualitasnya. Oleh karena itu tidak salahnya untuk terlebih dahulu menguji parameter kualitas air laut yang dibeli meskipun merepotkan. Atau membeli air laut baru di tempat-tempat yang bisa dipercaya kualitasnya karena mereka telah mengujinya.

5 comments:

sanman said...

Bro, air akuarium saya pake air tawar (PAM) itu egk apa2 bro?
Trus kalo airnya cuma diagnti 1/2 ntar kelihatan tetap kotor airnya bro.
Mau nanya neh, berapa ekor ikan yang ideal dalam 1 akuarium bro ?(ukuran Panjang 60 centi, lebar 30 senti, tinggi 30 senti).

Fish Lover Club said...

Bro Sanman, sori yang saya tulis ini mengenai penggantian air akuarium laut hehehe
Tp, dr pengalaman soal ikan air tawar, penggantian air pake air pam it's ok bro, maksimal yg diganti bisa 3/4, sisain air lama 1/4. Kalo ganti 1/2 masih kotor berarti filterisasinya kurang bagus bro, mungkin busa filternya kurang bagus.
Kalo air laut gak diganti jg tetep jernih alias gak pernah butek, makanya beralih ke ikan air laut bro, apalagi bro tinggal di menado wahhh deket pusatnya ikan laut..
Jumlah ikan air tawar utk ukuran akuarium bro sekitar 10 ekor kalo koki, kalo ikan lbh kecil lbh byk lagi, tq

sanman said...

kalo saya biasa "nyuci" akuariumnya airnya saya buang semua. Karena airnya sudah ijo bro, dah berlumut...

Fish Lover Club said...

Bro sanman piara ikan apaan yah?

yudi said...

air /2 minggu diganti sirkulasi ma filter cukup whitespot nyerang trus bro... harus gimanain ya bro....