Friday, July 17, 2009

Simulasi Arus Dan Ombak

Bila memandang permukaan laut, yang pertama kali terlihat adalah deburan ombak. Namun sebetulnya dibawah permukaan air laut tersebut terdapat arus horizontal (current) dan arus vertikal (tides). Arus tersebut tidak konstan, tetapi terus berubah sepanjang waktu. Bahkan sesekali terjadi pertemuan arus (turbulance). Kondisi penuh dinamika ini terutama terjadi pada laut dangkal, habitat ikan hias, koral atau terumbu karang.

Bila Anda pernah menonton tayangan tentang dunia koral atau pernah menyelam untuk menikmati keindahan koral, pastilah Anda akan tahu bahwa koral-koral tersebut seperti menari mengikuti irama arus dan ombak. Sesekali muncul arus dari kedalaman yang membawa naik berbagai nutrisi dan mineral sebagai sumber pakan.


Bagi akuaris air laut, kondisi seperti ini sedapat mungkin disimulasikan karena merupakan faktor penting bagi kehidupan koral. Selain untuk membawa pakan (plankton) dan mineral, keberadaan arus menjadi sangat penting bagi koral dan ikan. Koral dan ikan akan memanfaatkan arus untuk membersihkan tubuh dari kotoran. Arus pun bermanfaat pada pertukaran gas oksigen dan karbondioksida.

Kurangnya arus di akuarium akan berdampak negatif pada kualitas air. Bila di dalam akuarium terdapat area yang sangat rendah dan tidak terkena arus, akan tercipta daerah deadspot. Diarea deadspot tersebut sangat minim kadar oksigennya. Area deadspot akan memicu berkembangnya populasi bakteri anaerob secara tidak seimbang. Selain itu, deadspot akan menghasilkan hidrogen sulfida (H2S) yang beracun bagi kehidupan di akuarium. Area deadspot umumnya berada di balik karang di belakang akuarium dan di celah karang yang tidak terkena arus.

Arus yang tidak sesuai akan membuat beberapa jenis koral seperti batu hio, babut, polip matahari, pagoda akan sulit berukuran maksimal. Oleh karena itu, simulasi arus dan ombak di akuarium air laut merupakan faktor penting.

Kini, sudah ada alat berupa wafemaker dan surge device yang menciptakan arus dan ombak buatan. Namun, alat tersebut sangat langka di Indonesia. Kalaupun ada harganya masih mahal. Oleh karena itu, kita bisa mempergunakan powerhead (pompa) berkapasitas kecil antara 1.000 - 15.000 liter/jam. Powerhead di tempatkan sedemikian rupa agar arus yang tercipta menjangkau hingga ke sudut-sudut akuarium. Bila belum cukup, tambahkan lagi sebuah powerhead yang di pasang di sudut lain hingga dapat menimbulkan efek arus tabrakan. Agar simulasi arus dinamis, bisa menggunakan timer yang banyak tersedia di toko-toko alat listrik. Timer diatur untuk mematihidupkan powerhead secara acak, sesekali on atau off secara bersamaan.

Perlu diperhatikan, beberapa jenis koral seperti spesies jamur tidak menyukai arus yang terlalu kencang. Untuk itu, penyusunan koral di akuarium tidak boleh asal-asalan. Jangan sampai koral yang tidak menyukai arus tersebut malahan terkena arus berlebihan, begitu pula sebaliknya.

0 komentar: