Tuesday, August 25, 2009

Anemone, Mudah Merawatnya

Melihat keindahan akuarium air laut mempunyai keasikan tersendiri. Segala kepenatan dan stress akibat aktivitas di luar rumah dapat terobati setelah pulang kerumah dan memandang akuarium air laut yang bersih dan indah dengan berbagai kehidupan di dalamnya.

Akuarium yang indah harus diisi oleh berbagai batu karang (live rock), koral, invertebrata dan ikan hias yang cukup. Akuarium yang terkesan kosong akan berkurang keindahannya, ikan hias saja tidak terasa cukup untuk memunculkan kesan indah. Untuk menghias akuarium dengan koral-koral yang lumayan banyak memerlukan biaya yang tidak sedikit, tergantung besarnya akuarium yang kita punya. Apalagi harga koral maupun tumbuh-tumbuhan laut lainnya saat ini relative lebih mahal dibanding beberapa waktu lalu.


Kendala lainnya adalah bagi akuaris air laut yang tidak memakai chiller untuk mendinginkan air, sehingga koral dan tanaman laut lainnya tidak dapat mengembang semaksimal mungkin karena koral-koral tersebut memerlukan suhu yang cukup dingin sekitar 25-26 derajat celcius untuk mekar. Bahkan untuk jenis koral tertentu, suhu sekitar 29-30 celcius akan membuatnya rontok sedikit demi sedikit dan akhirnya mati.

Salah satu cara untuk menyiasati agar akuarium yang tidak menggunakan chiller sebagai pelengkap adalah dengan memelihara anemone yang lebih mudah merawatnya. Anemone tidak memerlukan suhu air yang cukup dingin untuk membuatnya mengembang secara maksimal. Suhu sekitar 29-30 derajat celcius dapat membuatnya hidup dan mengembang dengan sangat maksimal. Keuntungan lain dari memelihara anemone adalah harganya yang relative murah sekitar Rp. 20.000 – 35.000. Dan kalau anemone sedang mengembang secara maksimal akan tampak sangat besar memenuhi daerah akuarium yang terkesan kosong. Bila terkena arus akan melambai-lambai dengan indahnya.

Ikan jenis clown pun akan dengan riangnya bermain-main di dalam anemone dan sekitarnya sehingga menambah keindahan dan keunikan tersendiri di dalam akuarium. Ikan-ikan jenis clown akan saling berkejaran dan seakan-akan saling bercanda di sekitar anemone dengan lucunya.

Dan yang terpenting adalah, merawat anemone sangatlah mudah. Kita dapat memberikan pakan berupa rebon beku ataupun udang kecil yang dimasukkan langsung ke dalam mulutnya, yang terdapat ditengah-tengah anemone tersebut. Waktu yang tepat untuk memberikan pakan adalah malam hari setelah lampu akuarium telah padam dan sebagian ikan-ikan telah tidur, karena bila tidak pakan-pakan tersebut akan direbut oleh ikan-ikan yang lain sebelum dimakan secara sempurna oleh anemone.

Read More.. Read More..

Saturday, August 8, 2009

Menangkap Ikan Pengacau Di Akuarium

Kadang secara tidak disengaja atau karena ketidaktahuan, beberapa spesies ikan yang tidak cocok menjadi penghuni akuarium. Sebagian spesies ikan akan berubah perilaku menjadi agresif seiring perubahannya menjadi dewasa. Ikan seperti ini akan menjadi ‘pengacau’ dan membuat kehidupan di dalam akuarium tidak nyaman.

Ikan yang berpotensi menjadi pengacau perlu dikeluarkan atau ditangkap dari akuarium tanpa merusak susunan koral, karang-karang dan membuat stress penghuni lain. Namun hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah, berikut beberapa kiat yang dapat dicoba :

  1. Matikan lampu akuarium selama beberapa jam hingga ikan-ikan mulai tidur. Padamkan lampu ruangan atau cahaya lain sehingga ruangan tampak gelap gulita. Gunakan senter besar untuk mengarahkan cahaya langsung ke mata ikan yang akan ditangkap. Untuk beberapa saat, penglihatan ikan akan terganggu dan tidak bergerak. Itulah saat yang tepat untuk menjeratnya dengan jaring kecil.
  2. Pipa paralon berdiameter 1 inci dengan panjang 30 cm dapat dipakai sebagai perangkap. Lebih ideal lagi tabung transparan untuk mencegah ikan takut. Diameter pipa dan tabung disesuaikan dengan ukuran ikan yang akan ditangkap. Tutup salah satu mulut pipa, lalu buat beberapa lubang kecil di sepanjang tabung. Tujuannya agar tabung dapat tenggelam ke dasar akuarium. Ikat mulut tabung yang tidak tertutup dengan menggunakan benang nilon atau kenur yang tersamar dari ikan. Satu ujung benang diulurkan ke luar akuarium. Isi perangkap dengan pakan seperti potongan udang, lalu tenggelamkan horizontal ke dasar. Amati dan tunggu dengan sabar sampai ikan masuk perangkap. Bila ikan sudah masuk perangkap, tarik ujung benang hingga posisi tabung menjadi vertical. Lubang-lubang disisi tabung berguna agar perangkap bisa ditarik keluar akuarium dengan cepat sebelum ikan kabur.
  3. Cara lain, tangkap ikan saat pemberian pakan. Biarkan ikan tersebut kelaparan. Dengan cara ini, ikan akan lebih agresif menjemput pakan hingga ke permukaan saat diberi pakan. Berikan pakan sedikit demi sedikit sambil disiapkan jaring ikan di tangan. Begitu ikan yang diincar naik ke permukaan, segera ditangkap.
  4. Bila 3 cara diatas tidak berhasil, gunakan wadah transparan yang berlubang-lubang seperti pada topik cara mendamaikan ikan. Gantung wadah transparan tersebut dengan benang nilon di kedua ujung kiri dan kanan. Biarkan selama beberapa hari di akuarium agar ikan-ikan tidak menganggap wadah tersebut sebagai bahaya. Setelah beberapa hari, turunkan wadah transparan sekitar di tengah akuarium, beri pakan seperti biasa namun kali ini diatas wadah transparan tersebut. Pada saat ikan pengacau sedang menjemput pakan diatas wadah tariklah wadah dengan agak cepat agar ikan tidak sempat kabur. Lebih baik sebelum melakukan penangkapan, biarkan ikan pengacau lapar untuk beberapa hari sehingga rasa lapar mengurangi kewaspadaannya terhadap bahaya.

    Selamat mencoba.

Read More.. Read More..

Monday, August 3, 2009

Memilih Dan Memberi Pakan

Semua makhluk hidup butuh makan agar dapat bertahan hidup, begitu pula dengan spesies-spesies yang dipelihara di lingkungan kecil seperti akuarium. Namun, memilih pakan yang tepat dan cara pemberiannya perlu dicermati.

Pemberian pakan yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kualitas air. Spesies-spesies terutama ikan, akan selalu tampak lapar dan tidak mengenal kenyang meskipun sudah diberi pakan. Selera makan yang luar biasa tersebut jangan dituruti untuk menghindari bioload memburuk dengan cepat.

Jangan pernah langsung menuang sekaligus pakan ikan ke dalam akuarium, terutama pakan beku. Ikan tidak mampu langsung menghabiskan pakan yang mengambang atau melayang di air. Sebagian pakan tersebut akan langsung tenggelam di dasar akuarium, sedangkan sebagian lainnya tersangkut di celah-celah karang dan secara cepat akan memperburuk kualitas air. Oleh karena itu, pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit untuk menghindari sisa pakan tenggelam ke dasar akuarium. Idealnya, pakan yang diberikan harus habis dikonsumsi oleh ikan dalam hitungan menit (3-5 menit). Bila lebih lama, akan terjadi overfeed alias kelebihan pakan. Pakan diberikan sebanyak 2 kali sehari.


Khusus koral, beberapa spesies perlu ditangani berbeda dalam pemberian pakan. Maklum, karena beberapa penyebab seperti arus air atau pakan lebih dahulu disantap ikan sehingga tidak sampai disantap koral maka perlu dilakukan direct feeding atau penyuapan langsung ke mulut koral. Pemberian dapat menggunakan penjepit langsung ke mulut koral. Pemberian dapat menggunakan penjepit untuk pakan berbentuk potongan kecil seperti udang segar. Cara lain adalah menggunakan alat suntik yang jarumnya sudah dilepas. Cara tersebut dapat diterapkan pada pakan sejenis udang rebon.

Koral-koral yang perlu disuapi seperti berbagai spesies anemone, cerianthus, karang daging, kolang-kaling, karang melati, jamur berukuran besar (elepant ear) dan polip matahari. Meskipun umumnya memiliki zooxanthellae, koral-koral tersebut tetap perlu diberi pakan agar dapat bertahan hidup.

Intensitas pemberian pakan dua kali seminggu sampai dengan dua minggu sekali berupa pemberian potongan kecil udang dan kerang kupas. Besar potongan disesuaikan dengan ukuran spesies. Pemberian pakan idealnya dilakukan saat polip-polip berkembang maksimal. Koral umumnya menelan pakan sangat lambat, kecuali anemone. Oleh karena itu, ikan dan invertebrata seperti udang dan kepiting akan merebut pakan koral. Sangat dianjurkan pakan diberikan saat lampu mati dan sebagian besar ikan sudah beristirahat. Di malam hari, sebagian koral seperti kolang-kaling, karang daging, polip matahari akan berubah bentuk dan mengeluarkan tentakel-tentakel kecil untuk menangkap pakan yang terbawa arus. Saat seperti ini cocok dilakukan direct feeding.

Pakan dapat diberikan siang hari, tetapi ada kiat yang perlu diketahui agar pakan koral tidak disantap ikan. Sebelum pakan tertelan sepenuhnya, tutupi koral dengan jaring kecil. Bila perlu, koral diberi pakan satu per satu sambil dijaga dari aksi pencurian sampai pakan habis tertelan.

Memberikan pakan memang pekerjaan yang melelahkan dan membuang waktu. Akan tetapi, harus diingat bahwa bila dedikasi dan kecintaan terhadap spesies cukup tinggi, justru saat pemberian makan menghasilkan pemandangan luar biasa dan menakjubkan. Lantas, pakan apa yang tepat untuk spesies ikan? Untuk ikan hias, berikan udang rebon dalam bentuk beku atau hidup. Pakan berupa butiran (granule) atau pellet khusus ikan laut yang nutrisinya lengkap juga sangat bagus karena terdapat kandungan berbagai macam vitamin untuk kesehatan dan daya tahan ikan terhadap penyakit.

Setiap jenis ikan memiliki pakan pokok berbeda. Khusus ikan dari spesies botana (tangs/surgeon fishes) yang bersifat vegetarian, pakan yang diberikan berupa microalgae seperti rumput asam dan anggur laut hijau dan merah. Ataupun bisa memberikan sayur selada air yang biasanya kita makan sebagai lalap. Meski demikian, ikan jenis ini juga bisa cepat beradaptasi dan dapat menyantap udang rebon ataupun pellet.

Pada spesies kima (tridacna clams) dan berbagai spesies yang memanfaatkan filter feeder seperti cacing kipas, akar bahar, polip cengkeh, seroja, pagoda dan payungan, perlu diberikan menu tambahan berupa plankton cair.

Read More.. Read More..