Monday, August 3, 2009

Memilih Dan Memberi Pakan

Semua makhluk hidup butuh makan agar dapat bertahan hidup, begitu pula dengan spesies-spesies yang dipelihara di lingkungan kecil seperti akuarium. Namun, memilih pakan yang tepat dan cara pemberiannya perlu dicermati.

Pemberian pakan yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kualitas air. Spesies-spesies terutama ikan, akan selalu tampak lapar dan tidak mengenal kenyang meskipun sudah diberi pakan. Selera makan yang luar biasa tersebut jangan dituruti untuk menghindari bioload memburuk dengan cepat.

Jangan pernah langsung menuang sekaligus pakan ikan ke dalam akuarium, terutama pakan beku. Ikan tidak mampu langsung menghabiskan pakan yang mengambang atau melayang di air. Sebagian pakan tersebut akan langsung tenggelam di dasar akuarium, sedangkan sebagian lainnya tersangkut di celah-celah karang dan secara cepat akan memperburuk kualitas air. Oleh karena itu, pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit untuk menghindari sisa pakan tenggelam ke dasar akuarium. Idealnya, pakan yang diberikan harus habis dikonsumsi oleh ikan dalam hitungan menit (3-5 menit). Bila lebih lama, akan terjadi overfeed alias kelebihan pakan. Pakan diberikan sebanyak 2 kali sehari.


Khusus koral, beberapa spesies perlu ditangani berbeda dalam pemberian pakan. Maklum, karena beberapa penyebab seperti arus air atau pakan lebih dahulu disantap ikan sehingga tidak sampai disantap koral maka perlu dilakukan direct feeding atau penyuapan langsung ke mulut koral. Pemberian dapat menggunakan penjepit langsung ke mulut koral. Pemberian dapat menggunakan penjepit untuk pakan berbentuk potongan kecil seperti udang segar. Cara lain adalah menggunakan alat suntik yang jarumnya sudah dilepas. Cara tersebut dapat diterapkan pada pakan sejenis udang rebon.

Koral-koral yang perlu disuapi seperti berbagai spesies anemone, cerianthus, karang daging, kolang-kaling, karang melati, jamur berukuran besar (elepant ear) dan polip matahari. Meskipun umumnya memiliki zooxanthellae, koral-koral tersebut tetap perlu diberi pakan agar dapat bertahan hidup.

Intensitas pemberian pakan dua kali seminggu sampai dengan dua minggu sekali berupa pemberian potongan kecil udang dan kerang kupas. Besar potongan disesuaikan dengan ukuran spesies. Pemberian pakan idealnya dilakukan saat polip-polip berkembang maksimal. Koral umumnya menelan pakan sangat lambat, kecuali anemone. Oleh karena itu, ikan dan invertebrata seperti udang dan kepiting akan merebut pakan koral. Sangat dianjurkan pakan diberikan saat lampu mati dan sebagian besar ikan sudah beristirahat. Di malam hari, sebagian koral seperti kolang-kaling, karang daging, polip matahari akan berubah bentuk dan mengeluarkan tentakel-tentakel kecil untuk menangkap pakan yang terbawa arus. Saat seperti ini cocok dilakukan direct feeding.

Pakan dapat diberikan siang hari, tetapi ada kiat yang perlu diketahui agar pakan koral tidak disantap ikan. Sebelum pakan tertelan sepenuhnya, tutupi koral dengan jaring kecil. Bila perlu, koral diberi pakan satu per satu sambil dijaga dari aksi pencurian sampai pakan habis tertelan.

Memberikan pakan memang pekerjaan yang melelahkan dan membuang waktu. Akan tetapi, harus diingat bahwa bila dedikasi dan kecintaan terhadap spesies cukup tinggi, justru saat pemberian makan menghasilkan pemandangan luar biasa dan menakjubkan. Lantas, pakan apa yang tepat untuk spesies ikan? Untuk ikan hias, berikan udang rebon dalam bentuk beku atau hidup. Pakan berupa butiran (granule) atau pellet khusus ikan laut yang nutrisinya lengkap juga sangat bagus karena terdapat kandungan berbagai macam vitamin untuk kesehatan dan daya tahan ikan terhadap penyakit.

Setiap jenis ikan memiliki pakan pokok berbeda. Khusus ikan dari spesies botana (tangs/surgeon fishes) yang bersifat vegetarian, pakan yang diberikan berupa microalgae seperti rumput asam dan anggur laut hijau dan merah. Ataupun bisa memberikan sayur selada air yang biasanya kita makan sebagai lalap. Meski demikian, ikan jenis ini juga bisa cepat beradaptasi dan dapat menyantap udang rebon ataupun pellet.

Pada spesies kima (tridacna clams) dan berbagai spesies yang memanfaatkan filter feeder seperti cacing kipas, akar bahar, polip cengkeh, seroja, pagoda dan payungan, perlu diberikan menu tambahan berupa plankton cair.

No comments: